Berapa tahun kita dijajah belanda? 350 tahun. 7 abad. Coba bayangkan kira-kira berapa banyak harta kita yang telah dikuras untuk Belanda. Gak akan bisa kehitung. Sudah terlewat banyak pastinya.
Dan kita, sebagai generasi penerus Indonesia, generasi yang hidup pada saat Indonesia sudah merdeka, tidak merasakan beratnya hidup di jaman penjajahan Belanda, masih hanya ingin duduk santai di depan layar laptop/komputer sambil membaca blog ini? Tidak ingin melakukan sesuatu yang lebih berguna, begitu?
Atau mungkin, tidak ingin membalaskan dendam kepada Belanda?
Dan kita, sebagai generasi penerus Indonesia, generasi yang hidup pada saat Indonesia sudah merdeka, tidak merasakan beratnya hidup di jaman penjajahan Belanda, masih hanya ingin duduk santai di depan layar laptop/komputer sambil membaca blog ini? Tidak ingin melakukan sesuatu yang lebih berguna, begitu?
Atau mungkin, tidak ingin membalaskan dendam kepada Belanda?
Coba tanya nenek atau kakek, semenderita apakah mereka –atau orangtua, nenek, tante, om, sepupu, kakak, adik mereka pada masa penjajahan Belanda? Apa yang bisa mereka makan, pakai, lakukan pada masa itu? Luka apa saja yang mereka dapatkan? Apa saja yang hilang dari mereka?
Sudah tahu jawabannya? Sudah kesal? Sudah panas?
Kalau begitu, mari kita balas dendam kepada Belanda!
Bukan, bukan balas dendam dengan menenggelamkan Belanda. Atau menghancurkan Belanda dengan mengirimkan rudal seperti yang terjadi di Jalur Gaza. Kita tidak perlu membalaskan dendam seperti itu. Tidak perlu dengan anarki dan kekerasan.
Kita bisa membalaskan dendam kita dengan cara cerdas : Studi di Belanda.
Ya, memanfaatkan ilmu dari Belanda dan mempraktekannya di Indonesia agar ilmu yang kita dapatkan itu berguna bagi Indonesia. Kita ’kuras’ apa yang Belanda ’berikan’ lalu kita gunakan di Indonesia. Gunakan yang baik dan benar, jangan malah jadi penjahat di negeri sendiri.
Ilmu yang didapat bisa juga berupa budaya yang ada di Belanda. Contohnya, kita bisa curi sehatnya orang-orang Belanda naik sepeda kemana-mana (Helloow, jangan cuma ngeluh bumi makin panas, tapi lakukan sesuatu juga dong buat bumi). Lalu praktekan di Indonesia. Buat Indonesia lebih sehat dan hijau dari Belanda. atau lebih luasnya, buat dunia menjadi lebih hijau.
Karena belajar di Belanda juga bisa menjadi ticket to a global community. Kita tidak hanya mau sukses di kandang sendiri kan? Dengan ilmu yang didapat di Belanda, bisa menjadi pacuan untuk sukses secara global dengan tidak melupakan negeri sendiri. Saat belajar di Belanda pun sudah menjadi ticket to a global community, karena kita bisa membawa nama baik Indonesia selama di sana dan juga ikut membawa Indonesia ke dunia.
Dan salah satu cara untuk membalaskan dendam kita itu dengan Summercourse European Cultures and Identities di Utrecht University, Belanda.

photo by : me



heeem kecil kemungkinan kita bisa bales dendam. ntar ada juga kite kepincut lagi sama cowok cowok kincir air hahahahhahaha.
ReplyDeletehahaha ga ikutan juga jeng? lumayan loh summercourse di belande
ReplyDeletewaaaaaah menarik nih la, aku mau daftar aaah hehe
ReplyDeletedaftar aja nir :D
ReplyDeletemau ikutan tapiiiiiiiiiii, I dont know what to write. lagi tidak produktif haha.
ReplyDeleteoya openID gue gak bisa dipake la di blog baru lo deh.
itu juga gue daftarnya udh sebulan yg lalu trus tiba2 kepikiran gituan doang haha gara2 detlen semakin mendekat -,-
ReplyDeletewahh masa sih? knp ya
gua malah liat poto trakir
ReplyDeletedreamy2
heheheh
poto gue maksutnya?
ReplyDeleteho oh
ReplyDeletehahahah
wah pengen deh ini ada batasan umur ga sih? :D
ReplyDeletesarah : ada kalo gk salah. coba aja baca di http://kompetiblog.studidibelanda.com
ReplyDeletesounds fun :)
ReplyDeleteI knoow :D
ReplyDeleteSip2 makasih lalla :D
ReplyDelete